Kado Terakhir Buat Umi
Disebuah desa kecil terdapat
keluarga yang bahagia ,yang terdiri dari bapak Ahmad,Ibu Aisyah dan anaknya
yang bernama Faizah ,yang baru berumur 4 tahun.Bapak Ahmad adalah tulang
punggung keluarga,tetapi Bapak Ahmad menderita penyakit leukimia(kanker
darah).dan tak lama kemudian Bapak Ahmad meninggal dunia.
Sejak Bapak Ahmad
meninggal,Ibu Aisyah bingung harus mencari uang kemana,untuk biaya sekolah
faizah,tidak lama kemudian Ibu Aisyah bekerja menjadi guru disekolah
Faizah.pada suatu hari faizah sedang sholat dan Faizah melihat sajadahnya sudah
sobek,setelah sholat Faizah berdo’a
“Ya Allah,sajadah Faizah
sudah sobek,tapi Umi tidak punya uang untuk membeli yang baru”.
Dan faizah memutuskan
untuk minta tolong kepada pamanya.
“Paman,Faizah boleh minta tolong tidak?” kata
Faizah,dengan raut wajah yang sedih.
“ya boleh dong.......emang Faizah mau minta
tolong apa?”
“Faizah mauminta tolong,jahitin sajadah
Faizah yang sobek”
“kalo soal jahit mah....Paman
jagonya,emangnya Faizah tidak minta yang baru sama Umi faizah?”
“faizah gag mau membuat Umi susah,lagian
sajadahnya masih bisa dipakai,dan sajadah ini peninggalan Ayah
satu-satunya,kata Umi ,Ayah ada disurga,faizah akan menyusul Ayah ke surga dan
sholat berjama’ah sama Ayah”.
“ssssttt.....fazah tidak boleh bicara
seperti itu”.
“Emangnya kenapa Paman?”.
Tiba-tiba Faizah diajak
Uminya untuk berangkat sekolah.
“ya sudah Paman,, faizah berangkat dulu”.
Setelah faizah pulang
sekolah,faizah ingat kalo 2 hari lagi ulang tahun uminya,
Tapi faizah bingung harus
memberi apa. Setelah masuk rumah, Faizah salam , dia di sambut uminya dengan
penuh kasih sayang, tapi uminya kaget karena hidung Faizah keluar darah, uminya
panik dan tanya kepada Faizah.
“ masya’Allah, Faizah kamu kenapa nak?’
Baru Faizah menyadarinya
kalau hidungnya berdarah.
“Tidak umi, Faizah tidak kenapa-kenapa”.
Pada saat itu uminya menangis,
“ Umi tidak usah menangis.”
“Tidak sayang, Umi tidak menangis, Ya sudah
sekarang Faizah ganti baju, Ambil Air
wudhu nanti sholat sama Umi”.
“Ya Umi”.
Setelah sholat Faizah
mencium tangan Uminya Dan Uminya melihat sajadah Faizah yang sudah sobek, Tapi
terlihat sudah di perbaiki.
“Ya Allah faizah, kenapa tidak bilang sama
Umi kalau sajadahnya sudah sobek, nantikan Umi bisa belikan yang baru”.
“Tidak apa-apa Umi, kan masih bisa di pakai,
lagian sajadah ini peninggalan ayah satu-satunya, Faizah juga tidak mau
merepotkan Umi”.
Setelah itu Faizah dan
Uminya berpelukan erat. Waktu berlalu Umi Faizah semakin curiga dengan
kesehatan Faizah, Akhirnya Uminya Faizah memutuskan untuk membawa Faizah ke
Dokter, Setelah di periksa, Dokter memanggil Uminya Faizah.
“Bu Aisyah, Apakah dulu Ayah Faizah mempunyai
penyakit Leukimia?”
“ Ya Dok Emang kenapa ? Apa
hubunganya dengan Faizah?”
“Penyakit yang di derita Oleh Faizah adalah
penyakit yang sama dengan Ayahnya, jadi kesimpulanya Faizah mempunyai penyakit
Leukimia’.
Umi Faizah kaget, Dan syok, Umi Aisyah pun
keluar dari Ruanga Dokter. Dan menagis, Faizah pun bertanya kepada Uminya.
“Umi kenapa menangis ? Umi di apakan
sama pak Dokter? “
“Tidak Sayang, Umi tidak di
apa-apakan pak Dokter, Umi hanya kelilipan “
Setelah itu mereka
berpelukan , sampai di Rumah pun Umi Aisyah terus Menangis, Hingga Faizah pergi
tak di hirau kan, Pada saat itu huja deras, Faizah pergi untuk ngojek payung
sampai larut malam. Uminya Cemas Dan menunggu Faizah sampai Pulang. Tak lama
menunggu Faizah pun Pulang, Umi Aisyah
Langsung memeluk Faizah Dan segera menyuruh Faizah untuk ganti baju Dan tidur.
Setelah itu Umi Aisyah Ingin melihat Faizah Sudah Tidut Atau Belum, Ternyta
Faizah belum tidur, Setelah Uminya mendekat Dan memegang dahi Faizah ternyata
Faizah Demam.
“Ya Allah sayang, kamu demam Nak?”
“Faizah tidak apa-apa Umi”
“Ya sudah kalau begitu Faizah tidur
ya”
“ Tapi Umi, Faizah Ingin Sholat Tahajud”
“ Tapi Faizah kan lagi Sakit?”
“Faizah tidak apa-apa kok Umi”
“ Ya sudah, Ayo Umi Antar ambil Air Wudhu “
Sebelum Sholat Umi Aisyah memberikan sesuatu
kepada Faizah, Yaitu sebuah sajadah.
“Faizah, Ini buat Kamu sayang” sambil
memberikan sajadahnya,
“Buat Aku Umi ?”
“ Ya Ini Buat Faizah ‘
“Makasih ya Umi “
Setelah Umi Aisyah Dan
Faizah Sholat, dengan segera Faizah mengambil tasnya, Dan mengambil 2
tangkai Mawar Merah dan memberikan 1
Mawar Merah untuk Uminya .
“Umi, Selamat Ulang Tahun.... ini Hadiah
dari Faizah, Maaf ya Umi, Faizah hanya bisa memberi ini’
“Makasih ya sayang, tidak apa-apa kok
Faizah, bagi Umi ini sudah lebih dari cukup, tapi kenapa Mawarnya ada 2 dan Umi
hanya di kasih satu”.Umi Aisyah bertanya.
“Ini yang satu buat Ayah di Surga Dan
sebentar lagi Faizah akan memberikan Mawar Ini”
Lalu Umi Aisyah memeluk
Faizah dengan Erat, setelah Umi Aisyah melepaskan pelukannya, Hidung Faizah
keluar darah dan Faizah memejam kan Matanya.
Umi Aisyah panik dan
mencoba membangunkan Faizah , tetapi faizah tidak bangun, ternyata Faizah
menyusul Ayahnya di Surga Dan Meninggalkan Uminya Sendiri. Umi Faizah Menangis
Dan Memeluk tubuh Faizah yang tidak bernyawa Lagi.
SEKIAN
KARYA : ROFIYATUN
sa'ake mbun...,
BalasHapusapa sihhh yang nggak buat kamu,,,
BalasHapusjoss le
BalasHapusooo ya makasih...
BalasHapushaduch2,,,,,
BalasHapus